DIPERSEMBAHKAN UNTUK HUJAN.
DI MANAPUN BERADA.
Akan kudatangkan angin menggetarkan danau ini
DI MANAPUN BERADA.
Akan kudatangkan angin menggetarkan danau ini
Agar perdu-perdu sekelilingnya basah
Kemudian sepi datang
Menjagakan mimpi-mimpi firdausi
(Sumito A. Sayuti, Monolog, Juni 1976)

Assalammualakium!
Terima kasih atas kunjungannya.
Seorang pengagum seni yang bermimpi menyatukan manik lewat rangkaian puisi.
Melanglang ke angkasa, hendak mencari nirwana ...
Maka, inilah jari yang tak kaku menggelitik papan ketik.
Melanglang ke angkasa, hendak mencari nirwana ...
Maka, inilah jari yang tak kaku menggelitik papan ketik.
Lahir ketika Indonesia bergejolak membuat penulis merasa ikut bertanggungjawab.
Melanjutkan cita dan cinta para ulama.
Meski kadang menjadi perusak suasana.
Meski kadang menjadi perusak suasana.
Menulis karena terispirasi dari ayat suci :
لَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَذَكَرُوا الَّهَ كَثِيرًا وَانْتَصَرُوا مِنْ بَعْدِ مَا ظُلِمُوا ۗوَسَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَيَّ مُنْقَلَبٍ يَنْقَلِبُونَ
kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.
(QS. AS-SYURA : 227)
Juga dari kalimat Imam Syafi'i :
"Jika kau bukan anak raja atau bangsawan dan bukan anak ulama besar maka, MENULISLAH!!"
Kemarilah, berbisik lembut pada telingaku. Kritikmu kutunggu, Cinta ...
Salam Sastra!
Mela Rahmadani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar